DUA PASANG JEMARI KECIL

Ku teringat saat aku menantimu sampai akhir senja berlalu
Saat aku diam-diam mencuri dengar nyanyianmu untuk tuhanmu
Saat kita menghabiskan malam bersama berusik lantunan yang tiada dua
Aku juga terkenang saat kita berusaha melawan takdir kuasa
Menutup telinga dari apa kata mereka
Kita tak pernah memperdulikan
Itulah sebuah impian yang pernah kita jalani saat kita bersama
Terkadang suka, Terkadang duka, ada canda juga tawa penghias hari kita
Kala aku mengingatmu dan semua saat manis itu
Tapi kini semua telah berubah
Saat kita bergandengan tangan menuju jalan yang gelam
semua terasa sirna dan berubah tak menjadi-jadi
Seperti dongeng picisan yang tak tentu arahnya
Tapak demi tapak kita lalui
sekarang langkahku mulai melemah
entah karena jalan ini yang membuatku penuh peluh ataupun karena engganku
Terpikir untukku berhenti sejenak melepaskan penat ini tapi kau terus menyemangatiku untuk terus berjalan berharap ada kebahagiaan di ujung jalan sana
Waktu tlah diujung penantianya
yang membuat kita tergopoh menyusuri derap demi derap hingga kita tergelincir di jembatan penghapus nikmatnya dunia ini
Untung saja kita masih bisa berpegangan pada tiap-tiap sisinya
ingin rasanya aku menolongmu, tapi apa daya aku pun dalam kesusahan yang sama
Tangan ini sudah terlalu letih untuk menahan beban dosa yang hampir tak ku ingat semua
Apalagi untuk mengangkat tubuhku..
Mataku sudah terlalu lelap menahan lelah dari tiap langkah sia-sia
sampai kulihat dua pasang jemari kecil memberikan tanganya dan berusaha menarikku kembali hingga aku selamat
entah darimana mereka, sepertinya tuhan yang menyuruhnya menolong kita
Kini mereka pun mengulurkan jemari kecilnya padamu.. sembari berkata…
“Peganglah tanganku…!!! Peganglah…!!! lepaskan semua nafsu dunia yang membelenggu hatimu, karena itulah yang akan membuatmu celaka, dan tak akan pula menyelamatkanmu.. Biarkan aku menarikmu dan kembalilah kejalan dimana seharusnya kamu berada”
Raihlah…
Raihlah tanganku…
Raihlah tanganku agar aku bisa menyelamatkanmu…
Mama..
Ihdinash shirotolmustakiim
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/12/dua-pasang-jemari-kecil.html#ixzz1hthCnykf
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.
on December 29th, 2011 at 12:36 pm
Nice post gan …lanjutkan dengan postingan selanjutnya…
on December 29th, 2011 at 12:40 pm
ok,.
Thank for your support,
on January 13th, 2012 at 9:34 pm
Very great post. I simply stumbled upon your weblog and wished to say that I’ve truly enjoyed surfing around your weblog posts. In any case I’ll be subscribing for your feed and I hope you write again soon!
on January 18th, 2012 at 7:32 pm
You are a very smart and talented writer! I’ve been reading your article content for an hour or so and it has made me reconsider this issue. I think you have great insight. Thank you. http://www.samsung1080phdtv.net/
on January 22nd, 2012 at 3:10 pm
Thanks a bunch for sharing this with all people you really recognise what you’re speaking about! Bookmarked. Please additionally discuss with my website =). We could have a hyperlink exchange contract among us